9 Cara Perusahaan Mengubah Followers Instagram Menjadi Klien

Selamat! Usahamu untuk menciptakan akun Instagram yang menarik terbayar dalam wujud followers. Namun meningkatkan followers hanyalah langkah pertama dalam menggunakan Instagram untuk meningkatkan pemasukan bagi bisnismu. Untuk membuat Instagram benar-benar ‘membayar’, kamu perlu mengubah followers tersebut menjadi klien, dan hal tersebut dimulai dengan menggunakan bidang tersebut dengan strategi tertentu.

Hal ini dapat dicapai dengan banyak cara. Jalan yang kamu pilih akan bergantung kepada jenis industri, target pelanggan, dan pencapaian spesifik yang ingin kamu raih. Di Visual Country, kami merupakan agensi produksi kreatif di mana klien kami adalah brand atau merek-merek global, dan agensi yang mendukung merek tersebut. Berikut adalah tips yang kami terapkan.

1. Konten yang Disajikan Harus Menunjukkan Apa yang Sanggup Kamu Lakukan untuk Klien

Pada akhirnya, konten merupakan kunci untuk mengubah followers Instagram kamu menjadi customer. Mengingat target pelanggan perusahaan kami adalah agensi dan merek-merek eksekutif, kami merasa tidak ada cara lain yang lebih baik untuk menjual produk produksi kreatif kami dalam bentuk jadi. Itulah mengapa akun Instagram kami digunakan sebagai bagian dari ruang pertunjukkan tambahan bagi portofolio kami. Video-video kami dapat terlihat subjektif, sehingga dapat memudahkan klien untuk membayangkan tampilan yang serupa untuk produk mereka.

2. Setarakan Pesan yang Disampaikan dengan Keinginan Klien

 Kebanyakan video-video yang kami produksi merupakan iklan merek branded, maka ketika kami mengadaptasikan untuk konten sosial, kami akan memastikan captions dan pesan yang disampaikan menyesuaikan dan merepresentasikan “#agencylife” yang sangat familiar dengan target pelanggan. Di dalam website, kami memiliki deskripsi tingkat tinggi untuk setiap proyek klien, namun di Instagram video yang sama dengan yang ada di dalam website akan disajikan dengan caption yang lebih humoris dengan fokus terhadap kultur pop dan juga santai.

3. Tampilkan Budayamu

Tunjukkan kepada followersmu (dan potensi pelanggan) sedikit kisah di balik layar yang terjadi di kantormu, interaksi karyawan, dan kebiasaan-kebiasaan yang terjadi di dalam perusahaan. Hal ini akan membuat perusahaan kamu terlihat lebih dekat dan ramah, dan mempererat loyalti kamu terhadap audiens. Selain itu hal tersebut juga dapat memberikan followers kamu bahan pembicaraan yang dapat menarik mereka untuk memberikan komentar dan pada akhirnya kamu dapat mengarahkan pembicaraan tersebut kembali kepada bisnismu.

Kami membuat fitur story Instagram sebagai wadah untuk konten-konten di balik layar seperti Q&A dengan sutradara kami, cerita langkah-langkah di balik layar pembuatan video dan press. Setiap cerita yang ditampilkan sudah direncanakan setidaknya satu minggu sebelumnya dan disaring oleh kurator. Apapun konten yang kamu buat, ia tetap harus memiliki nilai jual dan menarik serta ramah konsumen.

4. Jangan Berlebihan; Hiburlah! 

Buatlah orang senang, sedih atau picu emosi audiens. Postingan yang mampu memengaruhi emosional seseorang memiliki potensi untuk disukai atau bahkan dibagikan. Konten visual lebih cepat memengaruhi emosi seseorang dibandingkan dengan teks yang membutuhkan waktu dan imajinasi dari pembacanya; inilah mengapa Instagram menjadi sebuah alat yang sangat powerful untuk bisnis. Di Visual Country, target kami adalah agar para potensi pelanggan dapat terinspirasi dengan apa yang kami kerjakan sehingga mereka ingin bekerja sama dengan kami. Klien kami benar-benar menikmati konten-konten yang kami buat (inilah alasan mereka memilih kami), jadi bagi para klien yang sudah pernah bekerja sama dengan kami, kami tetap memastikan konten Instagram agar terus konsisten, menarik dan relevan sehingga memungkinkan adanya kerja sama berikutnya.

5. Posting Secara Konsisten dan Pada Waktu yang Tepat

Kami sangat memprioritaskan pekerjaan klien kami, namun kami juga sebisa mungkin meluangkan waktu menguji ide-ide kreatif untuk channel kami dan membuat audiens tetap tertarik, juga mengkesplor banyak ide-ide, style, dan teknik baru. Kami menciptakan 1-2 konten kreatif setiap harinya dan memosting 3 kali dalam seminggu rata-rata dari akun resmi Instagram bisnis kami. Hal ini memberikan kami ruang untuk menjaga daftar potensi pelanggan, yang selanjutnya bisa kami jadwalkan untuk ke depannya.

Target pelanggan kami biasanya bekerja pada hari kerja reguler, maka postingan kami akan diposting pada sore hari ketika mereka sudah selesai bekerja, juga pada pagi hari ketika mereka baru bangun tidur, dan pada penghujung minggu.

6. Jaringan dan Koneksi

Follow-lah akun-akun yang tepat, yang berhubungan dengan industrimu, agensi lainnya, agensi profesional, kreatif, dan bisnis yang juga menarik bagi potensi pelangganmu. Lalu perhatikan siapa yang mereka ikuti juga dan coba bangun hubungan dengan mereka. Aktifkan post notification untuk profil-profil tersebut dan coba berinteraksi ketika mereka juga tengah aktif di Instagram. Ini mungkin menghasilkan followers yang bisa bertambah. Kamu juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan kolaborasi dengan akun lainnya yang memiliki target pelanggan yang sama denganmu.

7. Gunakan Hashtag dengan Benar

Perhatikan hashtag, jika hashtag tersebut relevan dengan merekmu. Hashtag akan membuat postinganmu mudah ditemukan dan menjadikan postinganmu sebagai bagian dari percakapan yang lebih luas lagi. Jika kamu membuat hashtag sendiri, pastikan hal tersebut mudah diingat. Hashtag juga merupakan salah satu cara pintar untuk melihat apa yang orang komentari tentang brand-mu.

8. Ketahui Perhitunganmu

Pastikan audiens member yang mana yang sering berinteraksi dengan akunmu dan tetap jaga hubungan dengan mereka. Dengan kamu berusaha menjangkau, kamu membuat mereka merasa istimewa dan mungkin saja mereka akan menjadi salah satu duta bagi produkmu. Selain itu, pahami tipe-tipe postingan seperti apa yang paling disukai oleh audiensmu sehingga kamu bisa membuat sesuatu serupa lainnya.

9. Manfaatkan Bio

Bio Instagrammu merupakan bagian pertama yang akan memperkenalkan brand-mu ketika orang membuka akun Instagrammu, maka ia harus menjelaskan identitas perusahaanmu sehingga para potensi pelanggan tertarik untuk terus scrolling dan mengeksplor feed-mu. Bagian URL di dalam bio harus dihubungkan dengan situs website-mu sehingga memenuhi keinginan pengunjung jika mereka tertarik untuk melihat hasil portofolio lainnya yang terdapat di website, juga memungkinkan mereka untuk mendapatkan listing email, mengunduh kontenmu. Dengan menjadikan @VisualCountry sebagai profil bisnis dan dengan tools yang tersedia, memungkinkan pengunjung untuk mudah menjangkau kami.

Media Instagram memang merupakan bagian dari seni dan sains. Jika digunakan dengan benar dan tepat, ia tidak hanya akan mendatangkan keuntungan dan mengembangkan audiens-mu dengan konten yang bernilai, namun juga dapat membangun koneksi dengan para followers-mu dan memotivasi mereka untuk mencari produk dan jasamu. Dengan media yang terus berkembang, 9 taktik di atas akan terus berguna.

 

Sumber: Simply Measured