Korelasi Antara Musik dan Kreativitas

Musik sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari. Hampir setiap hari kita selalu terpapar dengan musik. Banyak studi yang membuktikan bahwa musik memiliki efek kognitif dan emosional. Tapi, Shohabat, tahukah kamu bahwa musik memiliki banyak keuntungan lain khususnya dalam hal meningkatkan kreativitas?

Menurut situs huffingtonpost.com, musik sangat berperan penting dalam proses kreatif. Bahkan ahli matematika ternama Albert Einstein bergantung pada musik dalam tahap berpikir untuk menyelesaikan masalah matematika. Einstein bahkan memberi tahu seorang ahli kreativitas bahwa dirinya tidak pernah berpikir menggunakan logika untuk menyelesaikan kerumitan yang ditemuinya dalam rumus-rumus, melainkan akan kembali kepada musik.

Einstein akan membayangkan dan merasakan melalui musik. Dari situlah ia mendapat ide-ide jeniusnya. Maja, saudara perempuan Einstein mengatakan bahwa ketika Einstein dihadapkan pada situasi rumus-rumus yang sulit, ia akan duduk di depan piano dan memainkan beberapa chords sederhana selama beberapa saat sebelum akhirnya mendapatkan solusi untuk masalah tersebut.

Mendengarkan musik dapat membuat kita rileks. Keadaan rileks merupakan kunci hadirnya kreativitas. Selain itu musik memengaruhi gelombang neuron yang terdapat di dalam otak manusia dan memicu aktifnya neurotransmitter seperti dopamin. Dopamin lah yang memberikan perasaan senang dan nyaman yang dilepaskan oleh otak manusia. Proses yang muncul selanjutnya adalah imajinasi, di mana imajinasi merupakan bentuk awal dari kreatifitas. Itulah mengapa pada saat mendengarkan musik yang kita sukai, kita bisa merasa senang, mengubah mood bahkan membuka pikiran kita pada ide-ide baru.

Bukan hanya dapat memicu kreativitas, musik juga dapat meningkatkan fokus seseorang, Shohabat! Ketika kita sedang melakukan sebuah pekerjaan yang berulang-ulang, kita pasti mudah merasa bosan. Namun jika hal tersebut kita lakukan dengan memutar musik, maka pekerjaan itu dapat menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Menurut situs Shutterstock.com, musik berjenis klasikal dan easy listening dapat meningkatkan produktifitas karena bisa membuat kita menjadi lebih fokus terhadap pekerjaan yang sedang dikerjakan. Musik-musik jenis ini sangat cocok untuk menemani kita menulis, membaca ataupun belajar.

Namun, musik yang mengandung unsur vokal di dalamnya justru membuat konsentrasi kita buyar. Hal ini dikarenakan ketika kita sedang melakukan sesuatu yang memerlukan sisi kognitif, mendengarkan musik dengan vokal yang menstimulasi sisi kognitif kita akan membuatnya menjadi overwhelmed. Hal tersebut tidak terjadi jika kita tengah melakukan sesuatu yang tidak memerlukan sisi kognitif seperti melakukan pekerjaan rumah. Justru dengan mendengarkan musik yang mengandung unsur vokal dapat memberikan kita energi ekstra.

Tapi, jangan sembarangan mendengar musik juga ya, Shohabat. Usahakan memilih musik dengan kualitas terbaik. Tentunya di Sindikat Otak kanan, kami memberikan pelayanan produksi audio dengan kualitas terbaik!

Untuk informasi lebih lanjut, jangkau kami di sini.

 

Penulis: Bella Irmenna Putri