Belajar dari Jack Ma, Si Kecil Bertekad Besar

From zero to hero. Mungkin ungkapan itulah yang pantas disematkan untuk seorang Jack Ma. Siapa sangka, dalam waktu satu malam dia ditasbihkan sebagai orang terkaya nomor satu di negeri tirai bambu, China? Berawal dari menjadi seorang guru bahasa Inggris, kemudian berubah menjadi orang terkaya nomor satu di China dan termasuk dalam jajaran orang terkaya di dunia urutan ke 26 karena Alibaba.com sukses dalam penawaran saham perdana atau IPO (Initial Public Offering). Tapi menjadi kaya bukan hanya mengucap mantra “simsalabim abrakadabra” dari mulutnya, lalu apa yang diinginkannya langsung terkabul.

Sebelum mendirikan Alibaba.com, founder yang sekaligus CEO Alibaba ini dulunya cuma seorang guru bahasa Inggris, seperti yang dikatakan sebelumnya. Tragisnya, sebelum menjadi guru, ia sudah puluhan kali mendaftar pekerjaan namun selalu ditolak.

Bernama asli Ma Yun, lahir di Hangzhou, Provinsi Zheijiang, China. Jack Ma tumbuh di lingkungan penduduk yang sederhana di Hangzhou pada tahun 1980-an. Ketika itu China baru membuka diri terhadap bangsa barat. Semasa hidupnya sudah berteman akrab dengan berbagai masalah. Sejak sekolah dasar dia sudah menerima penolakan karena nilai ujian matematikanya yang kurang baik. Tapi itulah Jack Ma, si kecil yang ditakdirkan Tuhan untuk tetap bertahan, bukan untuk menyerah pada keadaan. Sejak usia 12 hingga 20 tahun, dia mengendarai sepedanya selama 40 menit menuju hotel di mana dia dapat belajar bahasa Inggris. Delapan tahun bergaul bersama banyak turis asing benar-benar mengubah cara pandangnya tentang kehidupan. Jack Ma merasa dapat berpikir lebih global dibandingkan kebanyakan penduduk China lainnya.

Jack Ma pertama kali menggunakan internet pada tahun 1995 saat mencari kata `beer` dan `China`. Saat itu Ma tidak menemukan hasil pencarian yang diharapkannya melalui internet. Berbekal rasa penasaran, dia lantas menciptakan laman website untuk jasa terjemahan bahasa China dengan bantuan seorang teman. Hanya dalam beberapa jam, dia menerima banyak surel yang cukup membantunya membangun situs itu.

Singkat cerita, kejadian itulah yang menjadi faktor pemicu berdirinya Alibaba Group empat tahun kemudian. Kini Alibaba merupakan retailer online terbesar di China dan berada pada posisi kedua setelah Wal-Mart. Situs pertamanya, Alibaba.com, merupakan sebuah wadah yang menghubungkan para eksportir China dengan para pembeli di luar negeri.

Banyak pengusaha yang memberinya julukan ‘Crazy Jack` karena ide-ide bisnis super gila dan fantastis yang dilontarkannya. Tak ada satupun yang yakin Jack mampu mewujudkan seluruh ide bisnisnya itu. Daripada berbicara soal kehebatan perusahaan, dia lebih senang membahas bagaimana Alibaba dapat membantu banyak konsumen, menciptakan lapangan kerja dan melayani masyarakat.

Pada Agustus 2014, Jack Ma sebenarnya sudah menyandang gelar sebagai miliarder terkaya di China. Saat itu harta kekayaannya diprediksi akan meroket saat Alibaba melepas saham perdananya di AS. Benar saja, IPO yang digelar Alibaba di bursa saham New York akhir pekan lalu mencetak angka fantastis dan mencetak rekor dunia.

Berkat nilai saham yang melonjak hingga 38 persen, harta kekayaan Jack Ma kini bertambah menjadi US$ 26,5 Milyar. Dia menjadi orang terkaya di China dan menempati posisi ke-23 di jajaran miliarder dunia. Beberapa miliarder lain mengatakan, itu baru permulaan, harga saham Alibaba masih akan terus melesat dan mengucurkan pundi-pundi uang lebih banyak ke kantong Ma. Semangat di dalam diri Jack Ma, telah mengubah pria kecil yang ditolak sekolah dan puluhan perusahaan ini menjadi salah satu orang terkaya di dunia.

 

Disadur dari: BiografiKu